Aku
Lelah
Pagi sekali adikku bermain di
perkarangan rumah, dia berumur lima tahun. Dia mengayuh sepedanya dengan
kencang dan aku memperhatikannya dari jauh. Pagi ini sangat sepi. Dengan malas
aku menjemur pakaian tidak jauh dari posisi adikku bermain. Sangat enak huh!
Aku malas menjemur pakaian, tugas sekolahku juga menumpuk tapi Ibu terus saja
menyuruhku. Dia terlihat tidak kelelahan, maka dari itu aku memanggilnya lalu
berbisik ditelinga kecilnya.
Aku heran, tiba-tiba dia lari
memasuki rumah. Aku hanya mengatakan bahwa aku lelah, sungguh anak kecil tidak
dapat dimengerti. Aku bernyanyi dalam hati, musik rock kesukaan ku terus
terputar di kepala ku. Aku teringat, Ibuku berada dalam rumah. Ahh, aku lupa
mengunci pintu kamar Ibu ku. Ku hempaskan baju yang ada di genggamanku ke dalam
baskom yang cukup besar lalu mendekati pintu rumah, aku menunggu.
Seperti dugaanku, adikku keluar, dia
berlari sambil menangis. Dan secepat mungkin aku menangkapnya, dia terlalu
berisik. Ku tutup mulutnya sampai dia tidak meronta --berusaha menangkannya,
lalu aku kembali menjemur baju. Sekarang adikku tidak berisik, mungkin dia
lelah sehabis bermain. Dia tertidur di dalam baskom yang penuh air dengan pulas.

No comments:
Post a Comment